Ujian Pengganti Unas Dilaksanakan Besok


JAKARTA – Komisi X DPR tiba-tiba melunak. Sebelumnya anggota komisi bidang pendidikan itu menolak ujian ulang dalam ujian nasional (unas). Tetapi, setelah kemarin rapat dengan Mendiknas Bambang Sudibyo dan istilah ujian ulang diubah menjadi ujian pengganti, mereka mendadak setuju.

Pelaksanaan unas di sejumlah sekolah itu dianggap tidak sah menurut prosedur operasional standar (POS) unas. Komisi X DPR akhirnya tunduk setelah dihadapkan pada kewenangan BSNP yang tercantum dalam POS unas.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa BSNP memiliki kewenangan mengambil keputusan bila terjadi pelanggaran POS. BSNP memaknai kewenangan itu sebagai hak untuk melakukan apa pun, termasuk menyelenggarakan ujian pengganti. Alasannya melindungi kepentingan siswa.

Rapat sekitar tiga jam itu pada awalnya berlangsung alot. Pro-kontra terhadap penyelenggaraan unas kembali mencuat. Beberapa fraksi seperti FPKS dan FKB meminta penghapusan unas lantaran dianggap kerap mencuatkan kecurangan dan ketidakjujuran pada siswa.

Kemudian, pembahasan persoalan unas mengerucut terhadap boleh atau tidaknya diadakan ujian ulang. Mendiknas mengatakan, tidak semua pelanggaran unas terjadi lantaran kesalahan siswa. Sebagian pelanggaran itu dilakukan oleh guru dan polisi. ”Persoalan tindak pidana sudah kami serahkan kepada kepolisian,” ujarnya. ”Sementara, guru yang melakukan pelanggaran sudah dikenai sanksi administratif,” sambung Bambang.

Mendiknas menjelaskan, dasar pertimbangan pengambilan keputusan ujian pengganti (istilah yang dibuat BSNP) tersebut adalah penilaian BSNP bahwa tidak seluruh siswa berbuat curang. Misalnya, kasus beredarnya kunci jawaban di SMAN 1 Watansoppeng, Sulawesi Selatan. Dalam kasus itu, satu siswa ditetapkan tidak lulus unas karena terbukti berbuat curang. ”Tapi, karena ujian itu sudah terkontaminasi dan menyalahi POS, BSNP mengambil keputusan digelar ujian pengganti untuk semua siswa,” terangnya. Keputusan itu diambil lantaran BSNP meragukan pekerjaan seluruh siswa di sekolah itu. Jika ujian itu tidak diadakan, Bambang khawatir siswa yang jujur rugi. ”Kita ini ingin melindungi siswa yang jujur,” cetusnya.

Dalam rapat itu, Mendiknas juga membeberkan berbagai pelanggaran. Jenis pelanggarannya beragam. Di SMAN 2 Ngawi kasus yang terjadi adalah intervensi. Diduga ada guru yang mengganti atau memperbaiki lembar jawaban ujian nasional (LJUN) siswa. Kasus tersebut sudah diproses polisi kendati pelakunya belum terungkap.

Secara keseluruhan, ada 34 SMA yang melakukan pelanggaran. Sebanyak 16 SMA dinyatakan ikut ujian pengganti karena terjadi kesalahan pencetakan soal ujian. Lainnya, 18 SMA, dinyatakan melanggar POS. Untuk SMP, ada 19 sekolah. Satu di antaranya harus ikut ujian pengganti karena kesalahan percetakan.

Mulanya, beberapa fraksi di komisi X tetap menolak. Mereka berpendapat, siswa yang tidak lulus karena terlibat kecurangan bisa ikut ujian kejar paket C. Alasannya, lebih baik sedikit yang dikorbankan untuk ikut ujian kejar paket daripada merusak sistem unas yang sudah berjalan. Sebab, jika dilakukan ujian pengganti, dikhawatirkan dampaknya terhadap citra pendidikan di Indonesia akan semakin buruk.

Namun, Mendiknas kembali ngotot akan menempuh kebijakan ujian pengganti. Bahkan, Bambang menggertak komisi X. ”Jika nanti keputusan ujian kejar paket C diambil, itu adalah keputusan komisi X, bukan kami,” ujarnya. Sikap dan pernyataan Mendiknas dianggap sebagian anggota komisi X sebagai upaya cuci tangan. Namun, pernyataan Mendiknas itu pula yang ternyata menciutkan nyali anggota komisi tersebut.

Ketua BSNP Mungin Eddy Wibowo mengatakan, BSNP memiliki kewenangan mengambil kebijakan jika terjadi pelanggaran POS. Nah, kebijakan yang diambil itu adalah mengadakan ujian pengganti. ”Di dalam POS telah menyebut hal itu. Jadi, ini kewenangan BSNP,” ujarnya.

Penjelasan Mungin makin membuat komisi X melempem. Ketua Komisi X DPR Irwan Prayitno yang memimpin rapat akhirnya meminta BSNP merinci sekolah dan siswa yang murni berbuat curang dan tidak. Siswa dan sekolah yang terbukti tidak curang bisa ikut ujian pengganti. Namun, siswa yang curang harus ikut ujian kejar paket. Dengan begitu, komisi X telah menyetujui ujian pengganti.

Anggota Komisi X Cyprianus Aoer mengatakan, dirinya tidak menyetujui ujian pengganti. ”Tapi, karena suara di komisi ini banyak sekali, ya bagaimana lagi,” ujarnya. Sejatinya, kata dia, ujian pengganti belum diputuskan secara resmi oleh komisi X. Komisinya masih meminta BSNP agar mendata dengan pasti kecurangan unas.

Menurut dia, ujian yang tepat bagi 34 SMA dan 19 SMP adalah ujian kejar paket. ”BSNP memang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan ujian pengganti, tapi jangan otoriter dong,” ungkapnya.

Sementara itu, meski keputusan ujian pengganti belum digedok secara resmi oleh komisi X, Mungin menyatakan soal ujian itu telah siap. Menurut dia, sekitar 5.000 siswa dari 34 SMA dan 19 SMP juga siap ikut ujian pengganti yang akan dilaksanakan mulai besok (10/6) hingga 15 Juni nanti. ”Ini sudah keputusan BSNP karena kami memiliki kewenangan,” ujarnya.

Keputusan itu diambil sekaligus untuk menghindari telatnya pengumuman unas. Mungin mengatakan, pengumuman unas siswa SMA se-Indonesia dilakukan pada 15-16 Juni mendatang. ”Mudah-mudahan tidak mundur karena tanggal 16 sudah dimulai pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Begitu mendapatkan lampu hijau dari komisi X, BSNP langsung menghubungi kepala dinas pendidikan di kabupaten atau kota yang memiliki SMP atau SMA bermasalah dalam unas. SMAN 2 Ngawi misalnya. Tadi malam sekolah tersebut sudah mendapatkan kepastian pelaksanaan ujian pengganti yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2009.

”Siswa sudah kami hubungi semua. Besok pagi (hari, ini, Red), siswa mengambil nomor atau kartu ujian,” kata Wakil Kepala SMAN 2 Ngawi Atok Sunu Prastowo saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Tolak Ujian Ulang

Sebagian siswa di Ngawi tidak se­tuju dengan unas ulang bagi siswa SMAN 2 Ngawi. Karena itu, mereka memprotes kebijakan BSNP melalui aksi demonstrasi kemarin. ”Kalau memang dianggap curang, jangan ada unas ulang. Biarkan saja tidak lulus,” terang Ihsan, salah satu siswa SMKN 2 Geneng, kemarin (8/6). Mereka juga menyebut unas ulang tidak memiliki dasar hukum. Sebab, hal itu bisa menimbul­kan kecemburuan bagi siswa lain. ”Unas ulang bukan keputusan yang adil,” tandasnya.

Aksi siswa itu dilakukan secara spontan dengan mengusung berbagai poster berisi penolakan unas ulang. Aksi yang meng­atas­namakan siswa-siswi se-Kabupaten Ngawi itu dilakukan di depan SMAN 2 Ngawi. Mereka menuding sekolah favorit tersebut mencoreng dunia pendidikan di Ngawi. Namun, aksi tersebut tak berjalan lama karena pintu gerbang sekolah telah ditutup. Selain itu, sekolah tersebut dijaga ketat aparat kepolisian.

Tak puas menggelar aksi di SMAN 2, para siswa melanjutkan demo ke dinas pendidikan setempat. ”Dinas jangan hanya diam. Usut tuntas kasus yang mencoreng pendidikan Ngawi itu,” tegas salah satu siswa.

Bersamaan dengan aksi protes dari kalangan siswa, puluhan orang tua siswa SMAN 2 kemarin juga nglurug ke sekolah. Mereka mempertanyakan kejelasan nasib anaknya. ”Unas itu menyangkut nasib anak kami sehingga tak bisa dibiarkan begitu saja,” terang Rosanolodi, salah satu wali murid.

Mereka juga menuntut BSNP transparan tentang kasus yang menimpa SMAN 2. Untuk itu, para wali murid meng­ancam nglurug ke Kantor BSNP Jakarta. Tujuannya memperjelas penyebab kesalahan unas. ”Kami hanya ingin kejelasan nasib anak kami,” tegasnya.

Imbas dugaan kecurangan unas itu juga dirasakan langsung pihak SMAN 2 Ngawi. Menurut Kepala Sekolah Suratman, jumlah pendaftar di sekolah itu kini turun drastis. ”Tudingan kecurangan itu benar-benar sangat merugikan, walau­pun pindah itu juga hak murid,” katanya. (kit/tom/ari/dhy/jpnn/iro)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
June 2009
M T W T F S S
« May   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: